3 Hambatan Usaha Untuk Pebisnis Wanita di Indonesia

hambatan usaha

Wanita memang memegang banyak peran dalam sebuah keberhasilan rumah tangga. Perhatikanlah bagaimana sebuah rumah tangga yang harmonis, maka ada peran PRNTING dari seorang wanita yang kita sebut dengan Istri (bagi suaminya) dan Ibu (bagi anaknya). Nah kita bukan mau membahas tentang peran wanita dalam sebuah keluarga, tapi bagaimana peranan wanita dan apa hambatan yang ditemui para wanita hebat ini dalam mensejajarkan potensi yang mereka miliki dengan para pria.

Ada paling tidak 3 Hambatan Usaha Untuk Pebisnis Wanita di Indonesia. Menurut para pakar bisnis, hambatan tersebut muncul karena IMAGE tentang seorang wanita yaitu : sebagi ibu yang baik, hanya tinggal di rumah, mengurus rumah tangga, mengurus anak, mengurus suami dan masih banyak lagi.

Tapi memang BENAR adanya, bahwa Wanitalah yang melakukan itu semua. Termasuk jika sebuah keluarga memiliki pembantu rumah tangga, mereka akan mencari wanita untuk melakukan hal-hal tersebut. BENAR BUKAN??

Tapi masalahnya adalah, bahwa tidak semua wanita seperti itu (dalam arti memang tinggal di rumah). Saat ini sudah banyak wanita yang MAMPU mengambil keputusan penting dalam sebuah organisasi atau perusahaan, bahkan meningkatkan keuntungan dari perusahaan tersebut lebih dari laki-laki yang melakukan sebelumnya. Sebut saja keberhasilan CEO Yahoo saat ini yaitu Marissa Mayer. Dedikasi tingginya terhadap keberhasilan Yahoo banyak mendapatkan pujian dari banyak Pria.

Lahir di kota Wausau, Wisconsin, ialah Marissa Mayer. Ia lahir dengan nama asli Marissa Ann Mayer pada tanggal 30 Mei 1975. Ia adalah anak dari pasangan ayah Michael Mayer dan ibunya Margaret Mayer. Sang ayah adalah seorang insinyur yang bekerja di salah satu perusahaan di Wisconsin. Itulah kisah singkatnya. Selebihnya kamu bisa membacanya sendiri di Internet.

Lalu apa hambatanĀ usaha bagi wanita ?

3 Faktor utama yang menghambat wanita dalam berusaha adalah :

#1. Peran Ganda

Bicara peran Ganda, sudah tidak diragukan lagi bahwa memang wanita memiliki peran ganda. Jika seorang wanita bekerja di sebuah kantor, maka dia akan memiliki peran sebagai karyawan dan seorang istri.

Menjadi karyawan ketika jam kerjanya, dan menjadi istri ketika sudah berada di rumahnya. Dan ini menjadi peran yang terus berlanjut dan berkesinambungan terus menerus. INilah yang membuat orang berfikir bahwa untuk menjadi pengusaha sukses atau pemimpin yang berhasil, atau pengambil keputusan strategis akan sulit dilakukan oleh seorang wanita.

Padahal kenyataanya tidak demikian. banyak wanita yang sudah membuktikan bagaimana mereka bekerja profesional dan mempu memberikan kinerja maksimal bahkan lebih dari pria-pria luar biasa.

#2. Kredit

Sebuah usaha pasti erat kaitanya dengan kredit atau hutang ke Bank. Nah biasanya pemangku kebijakan ini adalah kebanyakan pria. Tapi sejak beberapa tahun belakangan ini, banyak wanita yang mampu membuktikan bagaimana mereka mengambil keputusan penting untuk memajukan sebuah perusahaan.

Dengan mengambil kredit dari bank, menyusun rencana dan strategi serta mengembangkan inovasi dalam sebuah usaha tersebut mampu menciptakan keuntungan yang berlipat untuk perusahaan yang mereka pimpin.

Tentu anggapan bahwa kredit harus selalu diambil keputusanya oleh pria adalah terbantahkan.

Inti terpentingnya adalah, bagaimana sebuah usaha bisa berkembang dan maju pesat siapapun pemimpin dan pemangku kebijakanya.

#3. Etika

Jika kita lihat masalah etik, IMAGE yang ada dibenak banyak orang adalah, bahwa biasanya rapat dihadiri oleh petinggi-petinggi perusahaan, dan itu biasanya laki-laki. Nah… dalam beberapa dekade ini, peran laki-laki telah mampu digantikan oleh wanita-wanita yang berintegritas dan profesional.

Jadi, Stigma tentang wanita selama ini yang menganggap bahwa wanita tidak usahlah ikut-ikutan rapat, atau mungkin ikut rapat hanya sekedar menjadi sekretaris saja, atau banyak tidak baik atau tabu meeting dengan para bos besar yang kebanyakan laki-laki, hal tersebut dianggap tidak etis. Tapi hal seperti itu sudah tidak berlaku lagi saat ini.

Tapi Frends, di Indonesia saat ini masih banyak hal seperti ini terjadi. Peran ganda, Kredit dan Etika masih menjadi persoalan dan perdebatan. Mungkin laki-lakinya merasa malu kali yah kalau dipimpin perempuan. padahal seharusnya tidak demikian. Jika laki-laki memang MAMPU mempimpin, maka wanita juga akan mudah mengikutinya. Persoalanya, apakah memang Laki-lakinya mampu??? atau memang memble!! Wake Up Laki-laki… šŸ˜€

Itulah 3 hambatan usaha bagi wanita indonesia. Mereka masih sering dianggap sebelah mata sekalipun punya potensi besar untuk membawa perubahan kearah yang lebih baik.

Related Posts

About The Author

Add Comment

Pesan Anda