Bekerja Sebagai Driver Uber Motor: Suka Vs Duka

Bekerja Sebagai Driver Uber Motor: Suka Vs Duka

Bekerja Sebagai Driver Uber Motor: Suka Vs Duka

Ditengah layanan berbasis sepeda motor yang kini semakin marak, Uber Motor siap bersaing untuk memenangkan hati para pelanggannya. Sejak diluncurkan di Jakarta pada bulan April setahun yang lalu, Uber motor kian gencar melakukan perekrutan driver, animo masyarakat untuk menjadi driver Uber Motor juga sangat besar.

Driver Uber Motor menjadi pekerjaan banyak diminati beberapa bulan belakangan ini. Jaminan pendapatan hingga Rp 3 Juta per bulan, jam kerja yang fleksibel, sistem kerja yang menguntungkan serta fasilitas asuransi membuat banyak orang tertarik melamar sebagai driver Uber Motor.

Namun demikian ada pengalaman suka-duka dibalik semua itu. Berikut ini adalah pengalaman menarik para driver Uber Motor dalam menjalankan pekerjaanya. Bagaimana suka duka mereka menjadi driver Uber Motor? Yuk kita simak..

Potensi Pendapatan Hingga Rp 6 juta per 3 minggu

Maryam seorang perempuan asal Tangerang memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya sebagai kasir sebuah supermarket dan berpindah pekerjaan menjadi full timer driver Uber Motor. Baru menjalani pekerjaan ini selama 3 minggu, pendapatan yang diterima sudah melebihi pekerjaan lamanya. Dalam sehari, Maryam mampu menghasilkan Rp 300.000 sebagai driver Uber Motor. Selama 3 minggu Ia sudah mampu mengantongi Rp 6 juta. “Syukur Alhamdulilah bisa beli motor juga dari ngojek Uber,” ujarnya.

Sebagai driver perempuan, Ia tidak menemui banyak duka. Niat mencari nafkah untuk kebutuhan keluarga mengalahkan segalanya. “Saya jalani saja, paling jauh jemput pelanggan di Bekasi, kadang juga kerjanya sampai malam,” tuturnya.

Baca Juga: Blue jek, Gojek, Grab Bike, Uber Adalah Bisnis CALO

Suka Duka Driver Uber Motor

Joko, driver Uber yang berdomisili di Depok, menuturkan bahwa duka yang sering dialami driver Uber adalah intimidasi dari ojek pangkalan saat sedang menjemput penumpang. “Sering diteriakin, kalau jemput penumpang yang ada pangkalan ojeknya. Padahal saya kan cuma ikut order penumpang untuk dijemput di situ,’’ ujarnya

Lain lagi pengalaman Surono, driver Uber asal Bekasi ini juga pernah mengalami kesasar dan dimarahin penumpang. “Ternyata posisi GPS dengan posisi penumpang aslinya beda jauh sampai 500 meter, “tuturnya. Aplikasi Uber berfungsi untuk mempertemukan calon pelanggan dengan driver Uber di lokasi yang sudah ditandai dengan GPS.

Pengalaman lain Surono adalah saat dirinya harus mengantar penumpang sampai ke pelosok. lokasi yang sangat jauh, susah mencari penumpang lagi, akhirnya saya tekor deh,” ujarnya. Namun demikian, para driver tersebut tidak menyesal bergabung dengan Uber motor karena keuntungan yang didapat lebih banyak dibanding keluhannya.

Hal yang paling menguntungkan menjadi driver Uber adalah kenyamanan dalam mencari pelanggan. Pelanggan akan langsung order secara online ke Aplikasi Uber sehingga driver tidak perlu mengunggu di pinggir jalan. Penumpangpun juga tidak perlu susah mencari pangkalan ojek. Baik penumpang maupun driver akan merasakan kenyamanan dan keamanan bukan?

 

 

 

 

 

About The Author

Reply

Pesan Anda