Blue jek, Gojek, Grab Bike, Uber Adalah Bisnis CALO

bluejek

aplikasi ojek online | marketingjoss.com

Blue jek – Terkejut yah melihat judul di atas?? Mungkin bagi anda yang mengetahui apa makna dari CALO, maka bisa jadi anda berfikir bahwa aplikasi atau bisnis transportasi darat berbasis online ini sepertinya memiliki pandangan negatif bukan??? Tapi jika kita telusuri lebih jauh, maka makna dari CALO juga berarti sebagai orang ke-tiga yang mempertemukan antara yang menyediakan dengan yang membutuhkan.

Mungkin kita langsung bisa ambil sebuah contoh kasus sederhana yah…

Bila kita bicara bisnis properti, maka yang disebut sebagai CALO adalah brokernya. Apakah itu Raywhite, ERA, Century21 dan masih banyak lagi. Tapi yang jelas mereka adalah “CALO”nya. Hanya saja karena mereka bisnis properti, maka pandangan negatif terhadap kata “CALO” seolah tidak pantas mereka sandang. Padahal intinya sama yaitu mempertemukan pembeli properti dengan penjual properti. Dan mereka sebagai “CALO”nya mendapatkan komisi sesuai dengan ketentuan mereka.

Kembali lagi kepada Blue jek, Gojek, Grab Bike, Uber Adalah Bisnis CALO, bahwa BENAR adanya mereka adalah “CALO”. Dalam hal ini Si pengembang Aplikasi Blue jek dan yang lainya berfungsi sebagai makelar atau penghubung antara Orang yang membutuhkan Ojek dengan Orang yang punya kendaraan. Dengan demikian, jika terjadi transaksi maka Si Pengembang aplikasi Blue jek akan mendapatkan komisi. Sementara si pengemudi (Pengojek) mendapatkan bayaran.

bisnis ukm

Blue jek adalah Aplikasi

Apakah yang bisa kita tarik dari semua cerita di atas?? Terutama saat ini dimana sudah semakin banyak bermunculan aplikasi transportasi berbasis online seperti Blue jek, Gojek, Grab Bikedan Uber.

Kesimpulan sederhana yang kita bisa dapatkan adalah bahwa bisnis yang berbasi online saat ini sedang berkembang pesat di Indonesia. Jadi bagi teman-teman yang ingin mengambil peluang besar ini, saya rasa tidak ada salahnya. Blue jek, Gojek, Grab Bike, Uber Adalah perintis, tapi anda bisa juga memulainya dari sekarang untuk memperkaya persaingan diantara bisnis serupa.

blue jek indonesia

Beberapa waktu lalu saya bertemu dengan orang nomor 2 di Uber yang kita kenal dengan  pak Wilson Santoso. Beliau mengatakan dengan jelas bahwa bisnis mereka yang sering dikatakan orang dengan Taksi Uber adalah SALAH BESAR. Mereka bukan taksi Uber. Mereka adalah pengembang aplikasi yang diberi nama UBER. Tujuan utamanya adalah mempertemukan antara orang yang membutuhkan Tumpangan dengan Pengendara (Pemilik kendaraan).

wilson santoso uber

Beliau menjelaskan dengan sangat lengkap apa Benefit yang didapatkan sebuah kota dengan adanya Uber. Banyak penumpang yang membutuhkan tumpangan dengan harga murah menjadi SANGAT tertolong dengan biaya yang sangat murah. Selain itu Benefit lainya adalah banyak orang yang mendapatkan kerjaan baru dengan hasil yang lebih besar dan kontiniu setiap bulan. Mereka yang menjadi Driver (Supir) Uber ini, mendapatkan lebih besar daripada taksi biasa.

Dengan demikian Uber sangat membantu baik dari sisi pengemudi (pemilik mobil) maupun penumpang (yang membutuhkan tumpangan). Belum lagi dari sisi keamanan dan kenyamanan. Tentu Uber menjadi pilihan alternatif yang sangat baik saat ini.

Nah, kembali kepada topik judul kita, bahwa Blue jek, Gojek, Grab Bike, Uber Adalah Bisnis CALO. YAP….mereka adalah CALO. Tapi mereka adalah calo yang sangat membantu masyarakat dalam aktifitas keseharian mereka. Dan teman-teman juga perlu memahami, dengan adanya Blue jek, Gojek, Grab Bike, Uber sebagai “CALO” ternyata banyak orang yang mendapatkan pekerjaan loh…. bukan kah itu sangat mendukung program pemerintah untuk mengurangi pengangguran dan kemiskinan??

Saatnya bangsa ini memiliki generasi yang lebih kreatif dan produktif. Tidak asal menunggu penumpang saja, tapi bergerak dan bekerja keras. Dengan demikian, kita akan menjadi bangsa yang patut diperhitungkan hasil karyanya.

Itulah Blue jek, Gojek, Grab Bike, Uber sebagai “CALO” dalam hal Positif. Semoga tulisan ini dapat meng-inspirasi teman-teman semua, tidak takut mencoba, tidak takut “MENCONTEK” lalu mengembangkanya untuk lebih baik lagi.

Related Posts

About The Author

Add Comment

Pesan Anda