Danau Toba : Potensi Penyumbang Devisa 144 Triliun #ShareBonapasogit

danau toba menjadi monaco of asia penyumbang devisa negara terbesar dalam pariwisata

Ilustrasi | Danau toba dream

Sudah dengan seputar informasi mengenai Danau terbesar di Indonesia ini? Yap… di era pemerintahan presiden kita Bapak Joko Widodo ini banyak pembangunan yang akan dikerjakan. Tak terkecuali dengan Danau Toba. Dalam beberapa bulan terakhir ini sudah sangat banyak pemberitaan mengenai pembangunan di provinsi Sumatera Utara. Mulai dari pembangunan jalan toll dari medan hingga Danau Toba, pembangunan bandara Silangit dan masih banyak lagi termasuk juga pembangunan proyek PLTU Inalum dan masih banyak lagi.

Tampaknya pemerintahan ingin membuat Danau Toba benar-benar menjadi Monaco of Asia. Mungkin kamu belum pernah mendengar Monaco yah? Sebagai gambarannya saya akan memberikan sebuah potret bagaimana indahnya Monaco:

monaco in the night

Ilustrasi | Telegraph.co.uk

Begitu indahnya bukan? Mungkin kamu jadi ingin pergi ke sana juga setelah melihat foto tersebut. Saya mengambil gambarnya khusus di malam hari saja supaya kamu melihat bagaimana indahnya Monaco.

Lalu bagaimana dengan Danau Toba. Yaaa… sejak berpuluh-puluh tahun yang lalu Danau Toba seolah dianak tirikan oleh pemerintah. Prasarana yang tidak dibangun menuju Danau Toba ini seolah mengisolir Danau Toba dan akhirnya mati dengan sendirinya.

Tapi tidak pada pemerintahan bapak Presiden Joko Widodo. Dengan tegas dan pasti beliau akan mewujudkan Danau Toba sebagai Monaco of Asia. Apakah ini akan terwujud? Mari kita lihat Faktanya:

1# Dibangunnya jalan toll Medan hingga Parapat

Ini sudah dimulai dan pemerintah meminta agar pembangunan tahap pertama jalan toll ini mulai dari medan hingga Binjai HARUS dipercepat. Silahkan lihat di berita kontan.

Sebagai bukti keseriusan pemerintah, tampaknya hal ini sudah tidak main-main lagi. Satu hal yang diminta Menteri Menko Polhukam adalah orang batak jangan ribut lagi:

‎”Kalau pemerintah bentuk, tapi masyarakat tak kompak, tak jadi. Makanya orang Batak jangan terus berkelahi. Harus kompak. Jadi mulai dari keamanan, ekonomi, mental, infrastruktur, harus sejalan,” ujar Luhut.

Jadi untuk kita orang batak, saran saya… mari majukan daerah kita (Mar sipature Hutana be) tampaknya kita harus mulai berfikir jauh kedepan untuk kemajuan daerah kita ini. Sudah saatnya kita membangun negeri kita terutama Tanah batak.

2# Pembenahan bandara Silangit

Dalam beberapa hari terakhir banyak pemberitaan mengenai Bandara Silangit. Ada yang akan mengubah namanya menjadi Badara Munson Lyman. Yah… terlepas apapun nama yang akan dibuat, maka yang perlu kita jaga dan lestarikan adalah semua fasilitas yang akan dibangun negara ini.

Pembangunan bandara Silangit nantinya akan membuat penerbangan langsung bisa dari Jakarta menuju Silangit. Hal ini akan menambah daya gedor kunjungan ke Danau Toba.

Bahkan ada prediksi bahwa pembangunan bandara Silangit akan mampu menarik hingga 4 juta pengunjung yang langsung menuju bandara Silangit tersebut. Benar-benar luar biasa.

Siapa yang tidak senang? Saya sendiri orang batak yang sudah tidak memiliki tanah dan kampung tujuan di daerah Bona Pasogit sangat senang mendengar berita ini.

Satu hal yang perlu kita benahi dari mentalitas orang batak adalah sama seperti yang dikatakan bapak Luhut, bahwa orang batak jangan berantem lagi. mari kita majukan tanah batak.

3# Pembangunan PLTU

Target pemerintah untuk membangun 35.000 MegaWatt listrik negara memang tidak mudah. Tapi dalam pemerintahan presiden Joko Widodo saya rasa itu akan bisa terwujud. Apalagi jika beliau bisa terpilih dalam masa pemerintahan 2 periode.

Oleh karena itu salah satu infrastruktur yang paling penting mendukung kemajuan adalah ketersediaan pasokan listrik yang cukup bila perlu berlebih sudah harus diwujudkan. Pembangunan PLTU Inalum yang direncanakan berkapasitas 2×350 MegaWatt yang digadang-gadang selesai pada tahun 2020 sudah menjadi bukti kuat bahwa pemerintah benar-benar serius menjadikan Danau Toba sebagai Monaco of Asia.

Pembangunan Danau Toba akan membuat nilai tambah terhadap perekonomian sekitar, seperti memberikan peluang berkembangnya industri kreatif, hingga terciptanya lapangan kerja baru.

Target pemerintah dengan pendapatan Devisa negara hingga 144 Triliun tampaknya bukan hal yang mustahil. Pasalnya pemerintah sudah atau sedang menggodok perpres untuk percepatan pembangunan seluruh insfrastruktur untuk Danau Toba ini. Itu artinya peluang Danau Toba untuk menjadi tempat wisata unggulan seperti Bali, Belitung, Pulau Komodo, Raja Ampat dan yang lainnya akan terwujud.

Kita harus berbangga dan menyebarkan informasi ini secepat-cepatnya kepada “Halak kita“. Jika tidak, maka orang-orang dari luar, apakah itu suku yang lain ataupun bangsa lain akan “meng-invasi” tanah batak. Jangan pernah menjual tanah yang anda miliki kepada orang lain atau tanah batak akan dikuasai orang asing.

Jangan pernah jual tanah kita untuk orang lain hanya karena sulitnya hidup. Dari tanahlah kita bisa hidup lebih baik.

Jagalah tanah kita karena darisanalah kita berasal. Saya tidak punya kampung halaman lagi di tanah batak. Tapi rasa kepemilikan dan cinta terhadap tanah batak sangat besar di dalam diri saya. Mari kita sebarkan informasi berharga ini dan lestarikan Danau Toba untuk anak dan cucu kita  🙂

Related Posts

About The Author

Add Comment

Pesan Anda