Kuli Panggul Ini Bisa Dapat Uang Dari Google Kenapa Kamu Tidak??

ilustrasi kuli panggul

ilustrasi kuli panggul | marketingjoss.com

Kecepatan jaman dalam perkembanganya saat ini sudah pada tahap yang tidak bisa dibedung lagi. Seolah orang-orang sudah tidak peduli akan apa yang terjadi. Orang lebih fokus kepada bagaimana cara membuat sesuatu, membuat sesuatu dan membuat sesuatu. Bukan hanya membuat, tapi membuat dan lebih baik dari yang sudah ada.

Hal ini selalu terlihat JELAS sekali dalam perkembangan teknologi yang ada. Mengapa?? Karena perkembangan teknologi saat ini sudah tidak dipegang oleh beberapa negara saja. Tetapi sudah banyak negara di Dunia ini yang berfokus pada pengembangan terus menerus dan membuat yang lebih baik dari apa yang dibuat orang lain.

Okey Frends, bicara perkembangan teknologi saya rasa tidak akan habisnya. Saya sendiri masih ingat ketika pertama sekali saya melihat dan memegang komputer, maka memory penyimpananya masih sangat-sangat kecil. Jika teman-teman ada yang pernah melihat gambar ini, maka teman-teman PASTI akan tersenyum dan tertawa-tawa. Berikut gambarnya :

disket

Apakah teman-teman masih pernah melihatnya?? Anda bisa bayangkan selebar apa disket atau memory penyimpanan saat itu. Seingat saya itu kisaran tahun 1999 hingga 2000 masih ada. Kemudian seiring dengan perkembangan teknologi maka tempat penyimpanan yang dinamaiitu berubah menjadi lebih kecil :

disket verbatim

Nah disket model di atas ada sekitar tahun 2000-an hingga tahun 2003 (saya tidak terlalu ingat secara pasti). Setelah berakhirnya jaman ruang penyimpanan disket ini, maka terjadi kemajuan yang signifikan dalam hal tempat penyimpanan. Sampai akhirnya saat ini teman-teman bisa melihat USB Flashdisk hanya sebesar ibu jari (bahkan lebih kecil) tapi tempat penyimpanan (kapasitasnya) jauuhhh lebih besar. APA YANG TERJADI??

Perkembangan teknologi yang begitu cepat tidak bisa dihalangi. MENGAPA??? karena teknologi semakin lama semakin menyebar dengan cepat. Sehingga tidak hanya satu atau dua negara saja yang bisa memproduksinya. Jika produksinya banyak, maka akan terjadi persaingan. Inilah yang membuat harga menjadi lebih murah, tanpa harus mengorbankan kualitasnya.

Kembali kepada topik utama kita, bagaimana mungkinseorang Kuli Panggul Bisa Dapat Uang Dari Google Kenapa kita Tidak bisa???

Ini antara tantangan kita dengan kebodohan yang kita punya. Yuk kita lihat bagaimana sejarah singkat dari seorang kuli panggul yang bernama Henry Jufri ini mampu meraup jutaan rupiah perbulanya hanya dengan membuat aplikasi Game sederhana. Tapi ya itu semua tidak lepas dari perkembangan teknologi yang semakin cepat. Bayangkan saja, saat ini orang sudah hampir 100 juta penduduk Indonesia PASTI menggunakan smartphone. Itu artinya, apapun yang kita buat, bisa dengan mudah diakses 100 juta orang tersebut. LUAR BIASA BUKAN???

kuli panggul juga bisa

Henry Jufri… yaaa…Dia hanya kuli panggul biasa saja 🙂 Tidak ada yang unik atau memiliki keahlian SPESIAL di dalam dirinya. Dia hanya lulusan SD yang tidak tamat, tapi memiliki kemauan dan kerja keras. Sehingga dia hanya bisa menjadi kuli panggul saja. ITU DULU…. tapi kali ini dia akan memiliki banyak teman yang mengikuti langkahnya. Mengapa tidak, berbekal keberanianya untuk hidup berubah dan berbeda, serta mengambil resiko, dia sanggup mengubah hidupnya.

Nah, keunikan dari Henry Jufri ini adalah dia mau mencoba sesuatu yang baru, dia mau mempelajari seluk-beluk tentang bagaimana cara membuat aplikasi Mobile. Dan dia mencari tahu, seberapa besar kemungkinan dia berhasil dan seberapa besar minat orang-orang Indoensia terhadap Aplikasi Mobile yang bersifat Game.

Ternyata Bag gayung bersambut, dia mempelajari cara membuat aplikasi mobile ini. Tapi ternyata dia menemui kendala. Kendala itu adalah komputernya tidak memungkinkan untuk membuat aplikasi mobile dikarenakan RAM nya kurang. Ketika itu dia hanya memiliki laptop dengan RAM hanya 1GB saja. Sementara seperti teman-teman ketahui, utnuk membuat sebuah aplikasi Android dibutuhkan spesifikasi komputer atau laptop minimal RAM 2GB. Akhirnya dia memberanikan diri meminjam uang dari anggota keluarganya sebesar 2.7 juta rupiah untuk membeli komputer.

Tanpa menyia-nyiakan kesempatan, akhirnya dia belajar sungguh-sungguh. Aplikasi yang dia buat pertama sekali adalah Aplikasi umum yang temanya pendidikan. Mungkin dia melihat, pentingnya pendidikan bagi anak-anak Indoensia. Selain itu, ada kemungkinan besar Iklan akan di klik oleh anak-anak kecil yang bermain dengan game buatanya. Disinilah KEJELIAN dari seorang Henry Jufri melihat peluang. Dia tidak bermain pada pasar atau Aplikasi Mobile yang sudah banyak bertebaran. Dia lebih memilih aplikasi yang diperuntukkan anak-anak kecil atau anak sekolah.

Kendala Kuli Panggul

Dimana-mana tidak ada jalan yang mulus, bahkan kalau kita perhatikan dengan seksama, jalan TOLL sekalipun tidak semulus kelihatanya. Seperti itulah yang dialami Kuli Panggul Henry Jufri ini. Dia sempat hampir menyerah untuk meneruskan apa yang sudah dimulainya ini. Dia juga sempat berfikir, apa iya ini akan berhasil??

Tapi berkat kerja kerasnya, dan promosi-promosinya juga, akhirnya dia mendapatkan sharing profit dari setiap orang yang mengunduh (mendownload) aplikasi GAME buatanya ini dari Google Play. Secara perlahan tapi pasti dia pelan-pelan mendapatkan dollar demi dollar dari setiap download game tersebut. Sampai akhirnya dia mendapatkan $100 pertamaanya, diapun akhirnya bersemangat untuk meneruskan aktifitasnya sebagai pembuat GAME, tapi dia tidak meninggalkan pekerjaan utamanya sebagai Kuli Panggul.

Akhirnya dia berhasil mendapatkan $1.200 perbulan hasil dari kerja keras tersebut. Dan hasil ini bisa dipastikan akan semakin meningkat dan meningkat terus seiring dengan dipercayai Aplikasi Mobile buatanya. Seperti kita ketahui, bahwa Google inkut membantu para Developer untuk meningkatkan pendapatan mereka.

Nah… yang menjadi kesimpulan adalah : Henry Jufri ini sempa mengatakan dalam sesi wawancaranya dengan salah satu media, dia berkata bahwa dia heran mengapa masih banyak orang yang mengatakan bahwa sulit mencari uang, apalagi generasi muda saat ini. Padahal kalau kita bekerja keras, kita pasti berhasil. Dan banyak generasi muda yang sudah menyia-nyiakan kesempatan mereka. Lalu pertanyaanya adalah apa memang kita harus benar-benar sulit dan susah dulu baru kita mau bekerja keras seperti yang dilakukan Henry Jufri ini???

Semoga tulisan ini mampu meng-Inspirasi teman-teman semua, terutama generasi muda, agar tidak menjadi GENERASI PEMALAS. Apalagi bagi kita yang secara SARANA dan FASILITAS benar-benar di dukung oleh orang tua dan keluarga-keluarga. Henry Jufri saja yang hanya menggunakan Laptop 2.7 juta bisa membuktikan bahwa dia berhasil, apalagi kita yang memiliki fasilitas lengkap bahkan mungkin super lengkap. Luangkan waktumu sekitar 3 – 5 jam perhari untuk merenung dan belajar, maka kamu akan mendapatkan Inspirasi yang bisa mengubah hidup mu dan hidup banyak orang.

Related Posts

About The Author

2 Comments

Add Comment

Pesan Anda