Menanam Tanaman Hidroponik : Peluang Usaha yang Menjanjikan

Menanam Tanaman Hidroponik : Peluang Usaha yang Menjanjikan

Menanam Tanaman Hidroponik : Peluang Usaha yang Menjanjikan

Merupakan teknik menanam tanpa menggunakan tanah, usaha hidroponik kini menjadi peluang usaha bidang pertanian yang cukup menjanjikan. Dengan metode hidroponik, penggunaan lahan akan lebih efisien. Tanaman akan berproduksi dengan jumlah dan mutu yang lebih tinggi meski tanpa media tanah dalam teknik penanamannya. Selain itu, penggunaan air dan pupuk juga menjadi lebih efisien. Penyakit dan hama pun akan lebih mudah dikendalikan.

Dalam sistem hidroponik, media-media padat juga diperlukan untuk tempat menyimpan nustrisi air sementara. Arang, pasir, sekam, kerikil, cocopeat, batu apung dan rockwool adalah media-media padat yang dapat Anda siapkan untuk menanam tanaman Hidroponik.

Cara Menanam Tanaman Hidroponik

Lalu, bagaimana cara menanam dengan teknik Hidroponik? Menanam tanaman Hidroponik secara sederhana di pekarangan bisa diterapkan dengan menerapkan beberapa sistem hidroponik yang ada. Apabila Anda memiliki lahan pekarangan yang luas makan Anda dapat memilih sistem hidroponik NFT. Namun, jika Anda memiliki lahan pekarangan yang tidak terlalu luas, Anda bisa memanfaatkan sistem hidroponik sederhana atau hidroponik sumbu.

Baca Juga: 5 Peluang Usaha Kecil Menengah yang Sangat Diminati

Berikut ini beberapa langkah cara menanam tanaman Hidroponik secara sederhana yang dapat segera Anda praktekkan:

  1. Pertama, cuci bersih pot atau wadah yang tidak berlubang alasnya namun berikan lubang pada setiap sisinya sekitar 4-5 cm dari alas.
  2. Persiapkan media tanam sebagai pengganti tanah seperti pasir, cocopeat, kerikil, rockwool, batu apung. Cuci bersih media tanam tersebut hingga bersih lalu rendam dalam air mendidih selama lebih kurang 1 jam.
  3. Selanjutnya, masukkan media yang telah bersih pada pot atau wadah hingga volumenya mencapai kira-kira 3-4 cm dengan posisi di atas lubang lalu letakkan pipa paralon pada tepi pot atau wadah.
Cara Menanam Tanaman Hidroponik

Cara Menanam Tanaman Hidroponik

  1. Setelah media tanam sudah siap, lakukanlah penanaman tanaman pada wadah yang telah berisi media tanam. Selanjutnya, tuangkan air bersih ke dalam wadah yang sudah diisi tanaman. Air yang dituangkan hendaknya tanpa ada kandungan pupuk di dalamnya. Sesudah itu, letakkan dan simpan wadah atau pot tersebut di tempat yang aman dan terhindar dari sinar matahari secara langsung. Anda bisa menutupinya dengan plastik transparan.
  2. Tahap terakhir adalah dengan mendiamkan tanaman selama satu hingga 2 minggu tanpa memberikan larutan pupuk pada pot atau wadah. Selanjutnya masukkan air ke paralon lalu tambahkan pupuk. Sesudah muncul akar dan daun maka tanaman dapat dipindahkan agar bisa menerima cahaya matahari penuh.

Untuk merawat tanaman Hidroponik, hendaknya kita tetap menjaga agar air tidak sampai kering. Menanam Hidroponik secara sederhana di pekarangan adalah hal yang sangat menyenangkan. Hidroponik sangat mudah dalam proses penanaman dan perawatannya. Selain itu, hidroponik tidak membutuhkan biaya yang mahal. Anda dapat mempraktekkannya dengan sangat mudah dan menggunakan peralatan-peralatan sederhana di sekitar Anda.

Analisa Usaha Hidroponik Skala Kecil

Berikut ini perkiraan analisa usaha hidroponik skala kecil yang dapat menjadi acuan Anda dalam memulai usaha hidroponik:

  • Biaya variabel tidak tetap (biaya produksi)
    – Larutan nutrisi untuk 20 unit media tanam dengan harga Rp. 000,-

    x 10 st / 10.000 Ltr  = Rp. 650.000,-
– Biaya listrik / bulan
– Rockwool sebagai media semai dan tanam Rp. 55.000,- x 8 slab = Rp. 440.000,-
– Pestisida nabati
– Air
– Benih untuk 20 modul tanam
– Tenaga kerja / karyawan untuk mengawasi Rp. 1.000.000, x 2 = Rp. 2.000.000,-

  • Hasil Panen Keseluruhan: Setiap modul mampu memproduksi sayuran sebanyak 416 tanaman, apabila sayuran memiliki rata-rata 200 gram per tanaman berarti 416 x 200 = 83.200 gram/ 83,2 kg. Itu perhitungan sekali panen dalam waktu lebih kurang 35 hari.
  • Hasil produksi : Menggunakan sistem NFTdengan cara rotasi sehingga diharapkan bisa menghasilkan sayuran segar setiap hari dan tidak menutup kemungkinan bisa panen setiap hari. Jika memiliki 20 modul maka sudah bisa menghasilkan sayuran segar selama 1 bulan sebanyak 83,2 X 20 = 1664 kg.
  • Keuntungan / Laba: Apabila 1 kg sayuran dihargai Rp. 5000,- dengan menjual langsung pada konsumen, maka hasilnya adalah 5000 X 1664 = Rp. 8.320.000,- Perhitungan dalam 1 tahun 12 X 8.320.000 = Rp. 99.840.000,-
    Keuntungan kotor = 99.840.000,-

Nah, demikianlah ulasan mengenai peluang usaha tanaman hidroponik. Cukup menggiurkan bukan keuntungan dari usaha hidroponik?  Semoga ulasan tersebut bermanfaat untuk Anda.

 

About The Author

Reply

Pesan Anda